Warga Resah di Jalan Rusak Sepanjang 4 KM, Truk Pasir Semena-mena Bikin Geram Warga Secanggang

oleh -1719 Dilihat

GlobalNusantara.id,Langkat Sumut – Warga di Kecamatan Secanggang,Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, harus berjuang setiap hari menghadapi ujian nyata infrastruktur yang memprihatinkan. Jalan penghubung sepanjang empat kilometer dari Desa Kepala Sungai menuju Desa Sukamulia kini lebih mirip medan lumpur dan kubangan besar ketimbang sebuah jalan aspal. Kondisi yang rusak parah ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi telah menjadi sumber penderitaan dan keresahan yang tak kunjung usai bagi masyarakat setempat.

Sumber malapetaka tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas ekonomi yang tidak terkendali,yaitu operasional pengusaha galian C dan armada truk pengangkutnya. Setiap hari, puluhan truk bermuatan berat yang mengangkut pasir basah atau pasir cor langsung melintas tanpa ampun di atas jalan yang sudah lunglai itu. Bobot muatan yang jauh melampaui kapasitas jalan tersebut secara perlahan namun pasti menghancurkan struktur jalan, mengubahnya menjadi hamparan bergelombang yang berbahaya.

Baca juga :  Kepala SMPN 2 Martapura Imbau Siswa Tak Terprovokasi Hoaks dan Ikut Demo

Keluhan pedas terus dilontarkan warga.”Sudah rusak, malah dilewati truk bermuatan berat. Jalan makin parah dan kami yang susah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Dampaknya langsung terasa: perjalanan yang seharusnya hanya sebentar menjadi berlipat-lipat lamanya, biaya transportasi membengkak akibat seringnya memperbaiki kendaraan, dan risiko kecelakaan yang mengintai setiap saat, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.

Merasa sudah mencapai puncak kesabaran,warga pun bersuara lantang. Mereka mendesak semua aparat terkait untuk segera turun tangan dan melakukan penertiban. Instansi yang menjadi sasaran tuntutan antara lain Dinas Perhubungan (Dishub) yang berwenang mengatur lalu lintas dan muatan angkutan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan pelanggaran, serta Camat Secanggang sebagai penanggung jawab wilayah setempat.

Baca juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2024 di Mapolres OKU

Tuntutan warga tidak main-main.Mereka menginginkan tindakan tegas dan nyata, bukan sekadar janji atau imbauan. “Masyarakat sudah resah. Jangan sampai dibiarkan. Kami minta aparat menindak tegas pengusaha galian C dan pemilik truk yang bertindak semaunya,” tegas seorang perwakilan warga lainnya. Imbauan ini menegaskan betapa aksi semena-mena para pengusaha tersebut telah memicu ketidakadilan sosial di mana keuntungan segelintir orang dibayar dengan penderitaan banyak warga.

Yang paling menyakitkan bagi warga adalah sikap diam dari para pemangku kebijakan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret maupun operasional penertiban yang terlihat dari instansi-instansi terkait. Ketiadaan action ini dinilai sebagai pembiaran yang pada akhirnya memperparah kondisi dan memperkuat impunitas atau rasa kebal hukum bagi para pelaku.

Baca juga :  Lautan Obor Terangi Malam Idul Adha di Langkat, Ribuan Warga Tumpah Ruah Meriahkan Pawai

Situasi ini mempresentasikan konflik klasik antara kepentingan ekonomi dan hak-hak dasar warga.Di satu sisi, usaha galian C merupakan bagian dari roda perekonomian. Namun di sisi lain, operasionalnya yang tidak bertanggung jawab justru mengorbankan infrastruktur publik dan menginjak-injak hak warga untuk mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman.

Nasib jalan rusak di Secanggang kini menggantung.Pertanyaan besarnya adalah apakah pemerintah daerah Langkat memiliki political will yang kuat untuk membela warganya dan menegakkan aturan? Perbaikan jalan dan penertiban yang tegas terhadap truk-truk nakal adalah satu-satunya jawaban untuk meredam amarah warga dan mengembalikan kedaulatan hukum serta kenyamanan bermasyarakat. Jika tidak, jalan itu akan tetap menjadi monumen bisu atas kegagalan negara hadir untuk warganya.

(GN – ARIFIN)

No More Posts Available.

No more pages to load.