Viral! Jenazah Diangkut Pakai Pickup, Warga Martapura Desak Bupati Copot Direktur RSUD

oleh -2086 Dilihat

GlobalNusantara.id,OKU TIMUR, 7 April 2025 — Masyarakat Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, mendesak Bupati OKU Timur H. Ir. Lanosin, ST., MM untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Direktur RSUD Martapura, dr. Deddy Damhudy, MM. Tuntutan itu muncul setelah beredarnya rekaman video viral yang memperlihatkan jenazah pasien diangkut menggunakan mobil bak terbuka (pickup) karena tidak tersedianya ambulans dari rumah sakit.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 5 April 2025. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat jenazah seorang pasien ditutupi kain dan dinaikkan ke kendaraan pickup oleh pihak keluarga. Ironisnya, tidak terlihat adanya bantuan atau inisiatif dari pihak rumah sakit. Sejumlah pegawai rumah sakit tampak hanya menonton tanpa memberikan bantuan apa pun.

Baca juga :  Ketua DPRD Pimpinan Rapat Paripurna Dalam Rangka HUT Kota Lubuk Linggau Ke 23

Menurut kesaksian warga dan keluarga pasien, pihak RSUD Martapura mengaku tidak dapat menyediakan ambulans karena mobil ambulans kehabisan bahan bakar, sementara sopir ambulans tidak berada di lokasi. Situasi ini memaksa keluarga pasien menggunakan kendaraan pribadi untuk membawa jenazah pulang, menimbulkan luka mendalam dan mencederai rasa kemanusiaan.

Kritikan keras pun datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) OKU Timur. Ketua FPK, Fauzie Bakri, S.Sos., menyayangkan kelalaian pihak rumah sakit dan menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kegagalan manajemen RSUD dalam menjalankan pelayanan dasar kemanusiaan. Ia menilai direktur RSUD telah lalai dalam menjalankan tugas dan tidak layak lagi memimpin institusi layanan publik tersebut.

Baca juga :  Polres Oku Timur Gelar Sosialisasi Inpres No. 10 Tahun 2025 untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tidak hanya soal insiden jenazah, warga juga menyoroti buruknya pelayanan RSUD Martapura selama ini. Pasien yang menjalani rawat inap sering kali hanya diberikan resep untuk membeli obat sendiri di apotek luar. Selain itu, pasien yang dirujuk ke RS Palembang bahkan harus membayar sendiri biaya ambulans meskipun telah terdaftar sebagai peserta BPJS (KIS).

Salah satu keluarga pasien menyebut, oknum petugas RSUD menyampaikan bahwa tidak ada dana operasional untuk mengantar pasien rujukan, dan menyarankan keluarga untuk “pakai dulu uang sendiri, nanti diganti kalau dana BPJS cair.” Hal ini dinilai sangat tidak etis dan membebani keluarga pasien yang seharusnya mendapat layanan secara gratis sesuai ketentuan BPJS.

Baca juga :  PELANTIKAN DPD IWOI BATURAJA OKU BESERTA 9 KABUPATEN KOTA LAINNYA DISUMATERA SELATAN.

Direktur RSUD Martapura, dr. Deddy Damhudy, MM, telah mengakui kelalaian dalam manajemen rumah sakit dan secara terbuka meminta maaf kepada keluarga korban serta masyarakat. Namun, permintaan maaf tersebut tidak meredakan kemarahan warga. Mereka tetap menuntut agar Bupati OKU Timur segera mencopot Direktur RSUD Martapura dan menggantikannya dengan pimpinan yang lebih profesional dan berintegritas.

Masyarakat Kecamatan Martapura bersama tokoh-tokoh lokal dan FPK OKU Timur telah menyampaikan surat resmi kepada Bupati OKU Timur. Mereka berharap kejadian ini menjadi momentum untuk perbaikan pelayanan kesehatan di daerah, serta mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam mengawasi kinerja rumah sakit daerah sebagai garda terdepan pelayanan publik.

(GN – M.TAUFIK)

No More Posts Available.

No more pages to load.