OKU Timur. Sumatera Selatan. Globalnusantara.id – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menggelar Lomba Video Hari Anti Korupsi yang ditujukan bagi pelajar SMA, SMK, dan MAN se-OKU Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye antikorupsi yang dikemas secara kreatif untuk mendekatkan nilai integritas kepada generasi muda.
Lomba yang berlangsung hingga 8 Desember 2025 ini mengangkat tema “Generasi Muda Anti Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari”. Para peserta diminta membuat karya visual berdurasi maksimal lima menit sebagai bentuk ekspresi dan ajakan untuk menerapkan sikap antikorupsi dalam kehidupan nyata. Seluruh peserta diwajibkan mengunggah karyanya ke media sosial dengan menandai akun resmi Kejari OKU Timur.
Kepala Kejaksaan Negeri OKU Timur, Oktafian Syah Effendi, SH, MH, menyampaikan bahwa perlombaan ini merupakan program resmi peringatan HAKORDIA yang bertujuan menanamkan nilai kejujuran sejak dini. Ia menegaskan bahwa Kejari juga menggandeng Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Dinas Pendidikan, serta Diskominfo untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan.
Pengumuman pemenang dilakukan pada 9 Desember 2025. Berdasarkan hasil penilaian, SMK 1 Bunga Mayang berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang bantuan biaya pendidikan Rp 1.500.000, trofi, serta piagam. Disusul SMA Belitang sebagai Juara 2 dan MAN Gumawang sebagai Juara 3, masing-masing mendapatkan bantuan pendidikan, trofi, dan piagam penghargaan.
Kepala SMK 1 Bunga Mayang, Dr. H. Muhamad Kholil, M.Pd.I, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi siswanya yang berhasil menyabet juara pertama. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan bukti kemampuan siswa dalam memahami dan menyampaikan pesan antikorupsi secara kreatif dan komunikatif. Menurutnya, kegiatan ini mendorong siswa memahami makna integritas dengan lebih membumi.
Selain menjadi wadah kompetisi, lomba ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya korupsi yang dapat merusak masa depan bangsa. Melalui media visual yang dekat dengan keseharian generasi muda, pesan antikorupsi diyakini lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan nyata oleh para pelajar.
Kejaksaan Negeri OKU Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai langkah membangun karakter generasi muda yang bersih dan berintegritas. Dengan pendekatan yang kreatif dan relevan, Kejari meyakini bahwa pelajar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai kejujuran dan mencegah praktik korupsi sejak usia dini.(GN/HEN)






