Sinergi TNI-Polri, Pemda, dan Tokoh Lintas Agama Wujudkan Kerukunan dalam Peresmian Gedung Baru Xuan Tian Shang di Stabat

oleh -482 Dilihat

Langkat Sumut,Globalnusantara.id
Stabat,29 September 2025 – Langkat menunjukkan contoh nyata kerukunan hidup beragama. Vihara Avalokitesvara di Jalan R.A. Kartini, Kecamatan Stabat, secara meriah meresmikan Gedung Baru Xuan Tian Shang pada Rabu pagi. Acara yang berlangsung pukul 10.00 WIB ini bukan hanya sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi simbol persatuan yang dihadiri oleh seluruh elemen penting masyarakat Langkat, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga tokoh lintas agama dan kepercayaan.

Kehadiran para tamu undangan mencerminkan tingginya apresiasi negara dan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.Tampak hadir Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, mewakili pimpinan TNI hadir Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Medwin Sangkakala, sementara Pemerintah Kabupaten Langkat diwakili oleh Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs. H. Rudi Kinandung. Dari Kementerian Agama hadir Pembimas Buddha Provinsi Sumatra Utara, Bapak Sukasdi. Acara juga dimeriahkan oleh pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan seperti Ketua Walubi Sumut, Ketua MUI Langkat, Ketua FKUA, Ketua PSMTI Sumut, Ketua Majabumi Tanah Suci Sumut, serta para pembina dan pengurus yayasan vihara.

Baca juga :  Polres Langkat Sosialisasikan Operasi Zebra Toba 2025 Kapolres: Edukasi dan Penegakan Hukum Harus Sejalan Demi Keselamatan Publik

Rangkaian inti peresmian berlangsung khidmat dan penuh makna.Momen pembukaan gedung baru ditandai dengan ritual pengguntingan pita dan penarikan tirai yang dilakukan secara bersama oleh Pembina Yayasan Vihara Avalokitesvara Stabat, Bapak Tony Wijaya, B.B.A. dan Ketua Panitia Pembangunan, Bapak Tjoa Moy Hay (Effendy). Segera setelah itu, sebagai pengukuhan sejarah berdirinya gedung, dilakukan penandatanganan prasasti peresmian secara simbolis oleh Pembimas Buddha Kementerian Agama Sumatra Utara, Bapak Sukasdi, S.E., M.A., yang akan menjadi monumen abadi bagi generasi mendatang.

Menjadi pembeda yang menonjol dalam acara ini adalah implementasi nyata nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.Usai seremoni, dilakukan penyerahan bantuan sosial berupa 800 (delapan ratus) karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram, kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Stabat. Aksi bakti sosial skala besar ini menunjukkan bahwa pembangunan tempat ibadah tidak hanya berorientasi pada kemegahan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan dan kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

Baca juga :  Team Relawan di 6 Kecamatan Siap Memenangkan H. Arlan & Frangky Nasril. S.Kom.MM.

Dalam sambutannya yang berisi apresiasi dan penegasan,Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas diresmikannya gedung baru tersebut. Beliau secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas peran serta aktif masyarakat dan pengurus vihara dalam menjaga ketertiban dan semangat toleransi di wilayahnya. Kapolres menegaskan bahwa kerukunan dan toleransi antar umat beragama merupakan pilar fundamental yang menyangga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Lebih lanjut,Kapolres David Triyo Prasojo dengan tegas menyatakan komitmen institusional Kepolisian Republik Indonesia. “Komitmen Kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban di setiap tempat ibadah, termasuk vihara,” pungkasnya. Pernyataan ini menjadi jaminan negara bagi seluruh umat beragama, termasuk umat Buddha, untuk dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman, tanpa rasa khawatir, yang pada akhirnya memperkuat sendi-sendi demokrasi dan kebebasan beragama di Indonesia.

Baca juga :  Tim Resmob Polres OKU Bekuk Pelaku Curanomor, Motor Hasil Curian di Jual Hanya Rp 1 Juta

Secara keseluruhan,peresmian Gedung Baru Xuan Tian Shang di Vihara Avalokitesvara Stabat telah melampaui makna sebuah peresmian bangunan biasa. Acara ini telah bertransformasi menjadi sebuah festival kerukunan yang memadukan pembangunan spiritual, sinergi elemen bangsa, kepedulian sosial, dan jaminan keamanan dari negara. Peristiwa ini menjadi bukti hidup bahwa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersama-sama membangun negeri dalam kedamaian dan persaudaraan.(gn – Jupiter).

No More Posts Available.

No more pages to load.