Sinergi Pemulihan SDM: Lapas Martapura Beri Penghargaan ke Disnaker OKU Timur atas Dukungan Pelatihan Warga Binaan

oleh -522 Dilihat

GlobalNusantara.id,OKU Timur Martapura, 24 Juni 2025 – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura, **Abas Ruchandar, A.Md.IP., S.Sos., M.A.P.**, secara resmi menyerahkan **Piagam Penghargaan** dari Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM kepada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten OKU Timur. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi strategis Disnaker dalam program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan.

Acara seremonial berlangsung di Kantor Disnaker OKU Timur pada Selasa pagi (24/6/2025). Piagam diterima langsung oleh Kepala Disnaker OKU Timur, Drs. Elfian Syawal, M.M., disaksikan oleh perwakilan kedua instansi. Penyerahan simbolis ini diwarnai atmosfer hangat sebagai refleksi eratnya kolaborasi selama ini.

Baca juga :  Calon Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin., ST., MT Meriahkan Group N MAX All Bikers OKU Timur

Penghargaan ini merupakan respons atas peran krusial Disnaker OKU Timur dalam menyokong tiga program unggulan Lapas Martapura:
1. Pelatihan keterampilan vokasional (seperti pertukangan, pertanian, dan teknisi),
2. Sertifikasi kompetensi nasional bagi warga binaan,
3. Pendampingan pascapembebasan untuk integrasi ke dunia kerja.

Dalam sambutannya, Kalapas Abas Ruchandar menekankan bahwa sinergi ini adalah terobosan sistemik pemasyarakatan. “Dukungan Disnaker telah membuka akses pelatihan berstandar industri. Ini bukti bahwa pembinaan narapidana bukan hanya tanggung jawab Lapas, tapi komitmen lintas sektor untuk membentuk SDM berkualitas sejak di dalam lembaga,” tegasnya.

Baca juga :  Sat Reskrim Narkoba Polres OKU Timur Ungkap Peredaran 832 Butir Ekstasi

Kadisnaker Elfian Syawal menyatakan penghargaannya sebagai pemicu semangat berkelanjutan. “Kami tidak sekadar memberi pelatihan, tapi memastikan warga binaan memiliki kapasitas bersaing di pasar kerja. Ini selaras dengan visi pemerintah menekan angka pengangguran dan rekidivisme,” ujarnya seraya menjanjikan perluasan program pada 2026.

Data Lapas Martapura mencatat, 72% warga binaan yang ikut pelatihan Disnaker berhasil mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebanyak 58% di antaranya telah terserap di sektor UMKM lokal dan perusahaan mitra usai bebas. Capaian ini menjadi dasar penguatan model “rehabilitasi berbasis kerja” di Sumatera Selatan.

Baca juga :  Pemprov SUMSEL Bahas Kuota BBM, Sekda Sumsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Kedua pihak sepakat menjadikan momen ini sebagai landasan Memorandum of Understanding (MoU) jangka panjang. Rencananya, program akan diperluas dengan melibatkan pelaku industri, termasuk magang bagi warga binaan menjelang bebas. “Target kami, Lapas tak lagi dipandang sebagai penjara, tapi pusat transformasi SDM,” tambah Kalapas.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara dan ramah-tamah. Kolaborasi Lapas-Disnaker ini menjadi model nasional pemasyarakatan humanis yang diusung Kemenkumham, sekaligus bukti bahwa pembinaan narapidana adalah investasi bagi masa depan masyarakat.

(GN – T.HIDAYAT)

No More Posts Available.

No more pages to load.