GlobalNusantara.id,Banyuasin – Dalam rangka mendukung program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi narapidana, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan menggelar kegiatan Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan pada 23 hingga 24 Juli 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin dan melibatkan sejumlah UPT Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk memberikan ruang pembelajaran, pembinaan moral, serta peningkatan kesadaran hukum bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Melalui pendekatan edukatif dan rekreatif, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter positif serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dalam diri para narapidana.
Salah satu UPT yang turut serta aktif dalam kegiatan ini adalah Lapas Kelas IIB Martapura. Mereka mengirimkan perwakilan dari jajaran petugas serta tiga orang warga binaan untuk ikut serta dalam seluruh rangkaian kegiatan perkemahan. Keterlibatan langsung warga binaan menjadi bagian penting dalam pendekatan pembinaan yang bersifat partisipatif dan reflektif.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan dengan nomor surat WP.6-UM.01.01-0468. Undangan tersebut mencerminkan komitmen Kanwil Sumsel dalam mendukung pembinaan holistik terhadap narapidana, tidak hanya dari aspek hukum dan keamanan, tetapi juga dalam aspek kepribadian dan sosial.
Selama perkemahan, para peserta menjalani berbagai aktivitas, antara lain upacara pembukaan, pelatihan kedisiplinan, diskusi kelompok, serta sesi pembekalan motivasi. Materi-materi tersebut dirancang secara khusus untuk mendorong warga binaan agar merenungkan kesalahan masa lalu, memupuk semangat perubahan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Martapura, Abas Ruchandar, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman mengikuti kegiatan seperti ini sangat berkesan bagi para warga binaan. “Ini menjadi kesempatan langka dan sangat berarti bagi mereka. Selain menambah wawasan, kegiatan ini memberi bekal moral agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” jelasnya.
Kondisi selama kegiatan berlangsung dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Panitia pelaksana juga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bahan evaluasi serta media publikasi pembinaan ke depannya. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Dengan dilaksanakannya Perkemahan Satya Darma Bhakti ini, diharapkan warga binaan dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku yang positif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif, mandiri, dan taat hukum. Pembinaan seperti ini menjadi jembatan penting dalam proses reintegrasi sosial bagi para narapidana.
(GN – T. HIDAYAT)







