Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025: Komitmen Bersama Mempertahankan Kekayaan Hayati Nusantara

oleh -395 Dilihat
Raflesia Arnoldi (Foto: Floradanfauna/Red)

GlobalNusantara.id, OKU – Pemerintah Republik Indonesia melalui keputusan presiden serta seluruh lapisan masyarakat dari pelajar, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat umum mengambil bagian dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).

HCPSN merupakan hari peringatan nasional yang menetapkan tanggal 5 November sebagai momentum untuk mencintai, melestarikan, dan melindungi keanekaragaman puspa (tumbuhan) dan satwa (hewan) Indonesia. Penetapannya tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993.

Tema untuk peringatan tahun 2025 adalah: “Pulihkan Keanekaragaman Hayati, Lestarikan Kehidupan Bumi”. Setiap tahun pada tanggal 5 November, termasuk tahun 2025.

Baca juga :  Mengangkat Batang Terendam: Nadi Informasi dan Solidaritas Warga Langkat di Tengah Banjir
Flora yang ada di Indonesia (foto: FloradanFauna/Red)

Seluruh wilayah Republik Indonesia dari Sabang hingga Merauke mengingat sekaligus bertindak untuk melindungi kekayaan hayati yang tersebar di berbagai habitat alam Indonesia.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan megabiodiversitas, memiliki lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, sekitar 1.700 jenis burung, dan lebih dari 500 jenis mamalia.

Namun, kekayaan ini menghadapi ancaman dari deforestasi, perburuan liar, perdagangan satwa ilegal, serta perubahan iklim. Puspa dan satwa tidak hanya bernilai ekologis, tapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya dari obat tradisional hingga pariwisata alam.

Baca juga :  Ketua Tuahta Ginting Gelar Rapat Persiapan Pelantikan KB FKPPI Langkat
Orangutan satwa endemik di Indonesia. (foto: marariversafarilodge/Red)

Pemerintah bersama lembaga konservasi dan masyarakat sipil memperkuat dua pendekatan konservasi, in-situ (pelindungan di habitat asli) dan ex-situ (penangkaran, kebun raya, taman safari). Pendidikan lingkungan ditegakkan sejak dini melalui sekolah, kegiatan komunitas dan kampanye sosial media misalnya menanam pohon endemik, merawat taman sekolah, mengurangi plastik sekali pakai, serta menolak hewan peliharaan langka. Mitigasi perubahan iklim menjadi bagian dari tindakan nyata mengurangi emisi karbon, menjaga hutan, menanam pohon, dan mempertahankan habitat alami.

Baca juga :  MTs Negeri 1 Raih Juara Tiga di Kejuaraan Futsal Tingkat Sekolah Menengah Pertama

Mari bersama sebagai anak bangsa menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga warisan hayati Indonesia. Karena ketika puspa dan satwa lestari, maka masa depan bumi pun terjaga. (ajierahmad/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.