MISTERI KEMATIAN GURU PPPK: Perempuan Muda Ditemukan Tewas Terikat di Kontrakan, Polisi Buru Pelaku

oleh -210 Dilihat

Baturaja OKU Sumsel,GlobalNusantara.id
Sebuah kabar duka dan kejadian tragis mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu(OKU). Seorang guru muda yang berdedikasi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Sayidatul Fitriyah (27), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan yang mengenaskan di dalam kontrakannya. Yang membuat pilu dan mencurigakan, jasad perempuan malang itu ditemukan dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat erat.

Peristiwa mengerikan ini terungkap pada sore hari,tepatnya hari Rabu, 19 November 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi penemuannya adalah sebuah kamar kontrakan di Dusun V, Desa Sukapindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Kontrakan yang seharusnya menjadi tempat beristirahat itu berubah menjadi TKP mengerikan yang kini disegel dan diperiksa secara menyeluruh oleh aparat kepolisian.

Kronologi penemuan bermula dari kewaspadaan seorang saksi bernama Resta.Ia merasa ada yang tidak beres ketika melihat kendaraan sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban masih terparkir di depan kontrakan pada sore hari. Hal itu dianggap tidak lazim, karena biasanya korban telah memarkir kendaraannya di dalam.

Baca juga :  Lapas Martapura Mendukung Penuh Kegiatan penelitian Taruna Poltek Pin Dalam Rangka Ketahanan Pangan Peremajaan Tanaman Hortikultura

Rasa penasaran dan kekhawatiran mendorong Resta untuk mendatangi kontrakan Sayidatul.Saat sampai di depan pintu, ia langsung disergap perasaan aneh dan menyeramkan. Bukannya masuk sendiri, Resta yang cermat justru memanggil tetangga lainnya untuk mendampinginya memeriksa keadaan di dalam kamar. Langkah ini ternyata adalah langkah yang tepat sebelum kemudian mereka dihadapkan pada pemandangan yang mengerikan.

Begitu mereka berhasil melihat ke dalam,sebuah pemandangan tragis menyambut. Sayidatul Fitriyah terbaring tak bernyawa. Yang lebih menyayat hati, kedua pergelangan tangan dan kaki perempuan berusia 27 tahun itu terikat kuat dengan material kain. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada guru yang pagi itu masih terlihat beraktivitas normal tersebut.

Setelah laporan dari saksi diterima,personel gabungan dari Polsek Peninjauan dan Unit Inafis (Identifikasi Forensik) Polres OKU segera bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi, mengamankan TKP, dan melakukan olah TKP standar untuk mengumpulkan bukti. Jenazah korban kemudian dievakuasi terlebih dahulu ke Puskesmas Kedaton sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum guna menentukan penyebab kematian yang pasti.

Baca juga :  Berdasar Kode Kehormatan, PSHT Bali-Oku Bantu Polisi Gagalkan Penculikan Anak di Bandara

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis menemukan sejumlah luka pada tubuh Sayidatul.Luka-luka tersebut berupa memar di paha kanan, dahi kanan, serta pada kedua pergelangan tangan dan kaki yang diduga kuat akibat jeratan kain yang mengikatnya. Selain itu, juga ditemukan luka di bawah telinga kanan dan pembengkakan di bagian mulut, yang semakin menguatkan dugaan adanya kekerasan sebelum kematiannya.

Berdasarkan keterangan para saksi,termasuk tetangga kontrakannya, korban digambarkan sebagai pribadi yang pendiam dan kurang aktif bersosialisasi. Pada pagi hari kejadian, sekitar pukul 06.30 WIB, korban terlihat berangkat mengajar ke SMP Negeri 46 OKU di Desa Sinar Kedaton seperti biasa tanpa menunjukkan tanda-tanda was-was. Ia berangkat menggunakan sepeda motornya, yang sore harinya justru menjadi petunjuk awal bagi penemuannya yang tak bernyawa.

Kapolsek Peninjauan,Iptu Dedi Iskandar, S.E., yang diwakili oleh Kasubsi PIDM Sie Humas Polres OKU, Ipda Chandra. M., S.H., secara resmi membenarkan terjadinya insiden kriminal ini. Ia menegaskan bahwa Satuan Reskrim Polres OKU telah mengambil alih penyelidikan dan sedang melakukan penyelidikan secara intensif. “Kami berkomitmen penuh untuk mengungkap tabir kasus ini secepat mungkin,” tegasnya, seraya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum.

Baca juga :  H,Cik Ujang Tampil Dengan Tenang Saat Menyampaikan Visi dan misi

Hingga berita ini diturunkan,proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan fokus pada pemeriksaan sejumlah saksi, penelusuran jejak pelaku, dan pengumpulan bukti-bukti forensik serta elektronik di sekitar TKP. Misteri di balik kematian guru PPPK yang tragis ini masih menyisakan teka-teki besar: Siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan keji yang merenggut nyawa seorang pendidik muda di tengah masyarakat ini? Seluruh perhatian kini tertuju pada kerja penyidik Polres OKU untuk membongkar kejahatan yang telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan dunia pendidikan ini.(GN – red).

No More Posts Available.

No more pages to load.