GlobalNusantara.id,OKU Timur Martapura, 13 Juni 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penebaran benih ikan dan pengawasan terhadap sektor perkebunan serta peternakan di lingkungan Lapas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2025 mulai pukul 08.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Kalapas, Bapak Abas Ruchandar, bersama jajaran pejabat struktural.
Sebanyak 5.000 benih ikan ditaburkan ke kolam-kolam yang berada di area dalam tembok keliling Lapas. Jenis ikan yang ditebar terdiri dari 3.000 ekor ikan Lele, 1.000 ekor ikan Nila, dan 1.000 ekor ikan Mujair. Penebaran dilakukan secara simbolis oleh Kalapas sebagai bentuk dimulainya program pembinaan kemandirian berbasis perikanan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan bagian dari pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM di bidang Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Program pembinaan kemandirian ini tidak hanya berfokus pada budidaya ikan, namun juga mencakup sektor perkebunan dan peternakan ayam yang dikelola oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas pembinaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian integral dalam pelatihan keterampilan dan pembentukan karakter produktif bagi warga binaan.
Menurut Kalapas Martapura, Abas Ruchandar, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menciptakan suasana pemasyarakatan yang edukatif dan memberdayakan. “Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa mereka manfaatkan saat kembali ke masyarakat nanti. Ketahanan pangan adalah isu penting, dan Lapas bisa turut berkontribusi,” ungkapnya.
Selain menambah keterampilan teknis, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab dan kerja sama di antara warga binaan. Mereka tidak hanya dilibatkan dalam proses perawatan ikan, tetapi juga dalam merawat kebun dan memelihara ayam secara berkala. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan digunakan baik untuk konsumsi internal maupun untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekitar, sesuai regulasi yang berlaku.
Lapas Martapura terus mengembangkan pendekatan rehabilitatif dan produktif dalam pelaksanaan pembinaan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal, pihak Lapas berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan pembentukan perilaku positif warga binaan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Martapura berharap dapat menjadi contoh nyata bahwa institusi pemasyarakatan bukan hanya tempat pembinaan moral, tetapi juga pusat pemberdayaan yang mampu mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan etos kerja yang kuat.
(GN – T.HIDAYAT)








