KRISIS JEMBATAN TUA: Nyawa Ratusan Warga Terancam di Jalan Penghubung Muaro Jambi

oleh -189 Dilihat

Muaro Jambi,Globalnusantara.id
Setiap hari,ratusan warga di Kabupaten Muaro Jambi mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sekadar menyeberangi sebuah jembatan. Jembatan besi yang seharusnya menjadi penghubung vital antar desa dan kota itu kini berubah menjadi jebakan maut yang siap menerkam kapan saja. Kondisi yang telah lama diabaikan ini memaksa pengendara untuk bersiap menghadapi bahaya di setiap lintasan.

Kerusakan pada jembatan ini bukan sekadar masalah permukaan.Puluhan plat besi penyusun badan jembatan telah mengalami degradasi parah, dengan banyak bagian yang keropos dan berlubang lebar. Yang lebih mengerikan, beberapa plat besi bahkan telah terlepas sepenuhnya dari kerangkanya, meninggalkan celah-celah berbahaya yang langsung memperlihatkan kolong jembatan. Setiap kendaraan yang melintas harus melalui “lobang-lobang neraka” ini dengan kecepatan minimal.

Bagi pengendara sepeda motor,kondisi ini ibarat menjalani ujian keseimbangan di atas jurang. Roda-roda motor seringkali terjebak di lubang-lubang tersebut, menyebabkan pengendara kehilangan kendali dan berisiko tinggi terlempar. Sementara bagi pengemudi mobil, mereka harus rela menerima dampak kerusakan pada bagian bawah kendaraan dan sistem kemudi akibat guncangan keras yang tidak terduga.

Baca juga :  Kapolres OKU Timur Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama, Wujud Penyegaran Organisasi Polri

Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah intensitas penggunaan jembatan ini.Sebagai akses utama, tidak kurang dari ratusan kendaraan—mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum—harus melintas setiap jamnya. Setiap kendaraan yang melintas berarti nyawa yang terus-menerus dipertaruhkan, membuat potensi kecelakaan besar tinggal menunggu waktu.

Keluhan mengenai kondisi jembatan ini sebenarnya telah lama bergaung di kalangan warga.Namun, laporan resmi kembali mencuat pada Kamis, 6 November 2025, dimana warga menyatakan keprihatinan mendalam mereka. Yang menjadi pertanyaan besar, sudah berapa lama sebenarnya jembatan dalam kondisi kritis ini dibiarkan tanpa penanganan serius?

Baca juga :  Dua Pelaku Curanmor Bersenjata Api Ditangkap Usai Aksi Kejar-kejaran Dramatis di Buay Madang

“Kami sudah seperti bermain-main dengan maut setiap hari,”ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya. “Ini bukan lagi tentang kenyamanan, tapi tentang keselamatan dasar yang seharusnya menjadi hak kami. Kami meminta pemerintah segera bertindak sebelum ada nyawa yang melayang.”

Berdasarkan pengamatan visual,kerusakan ekstrem pada jembatan besi ini diduga kuat disebabkan oleh beberapa faktor. Usia jembatan yang sudah tua, beban kendaraan yang melebihi kapasitas, serta kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab utama. Korosi akibat cuaca dan tidak adanya penggantian komponen yang tepat waktu semakin memperparah kondisi struktur jembatan.

Masyarakat menuntut tindakan segera dan berlapis dari Pemerintah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.Tuntutan tersebut meliputi: pertama, penutupan sementara bagian jembatan yang paling berbahaya; kedua, pemasangan rambu-rambu peringatan yang jelas; ketiga, perbaikan darurat dalam 24 jam; dan keempat, rencana renovasi total jembatan dalam waktu dekat.

Baca juga :  Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025: Komitmen Bersama Mempertahankan Kekayaan Hayati Nusantara

Tidak hanya soal keselamatan,kondisi jembatan yang memprihatinkan ini juga mengancam perekonomian warga. Banyak petani dan pedagang yang mengandalkan jalur ini untuk mengangkut hasil bumi dan barang dagangan mereka. Kerusakan jembatan berpotensi memutus rantai distribusi dan meningkatkan biaya operasional akibat kerusakan kendaraan yang terus menerus.

Jembatan rusak di Muaro Jambi ini adalah cerminan nyata dari krisis infrastruktur yang mengancam jiwa.Setiap detik penundaan perbaikan berarti pembiaran terhadap potensi bencana. Pemerintah sekarang berada pada titik kritis—bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa warga, atau menunggu hingga terjadi tragedi yang seharusnya bisa dicegah. Pilihan ada di tangan mereka.(gn – EDIWAN).

No More Posts Available.

No more pages to load.