Kepala SMPN 2 Martapura Imbau Siswa Tak Terprovokasi Hoaks dan Ikut Demo

oleh -160 Dilihat

Martapura, OKU Timur Sumatera Selatan. Globalnusantara.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Martapura, Maya Susanti, mengimbau para siswa untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau ajakan di media sosial yang mengarah pada aksi unjuk rasa dan tindak kekerasan. Himbauan ini disampaikan usai ditemui awak media di ruang kantor SMPN 2 Martapura pada Selasa pagi (2/9/2025).

Maya menegaskan, tugas utama siswa adalah belajar dan mengembangkan diri, bukan ikut-ikutan turun ke jalan. “Kami mengimbau kepada para siswa di SMP Negeri 2 Martapura untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Baca juga :  Kajati Sumsel Kunjungi OKU Timur, Tanam Jagung dan Resmikan Gedung Baru

Ia menjelaskan, banyaknya ajakan hoaks di media sosial harus disikapi dengan bijak. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan guru. Orang tua diharapkan memberi pemahaman sejak di rumah, sementara guru memperkuat kembali di sekolah agar anak-anak lebih waspada dan tidak mudah terbawa arus.

Maya juga menyinggung fenomena maraknya demo di OKU Baturaja yang melibatkan pelajar. Ia bersyukur bahwa hingga saat ini tidak ada satupun siswa SMPN 2 Martapura yang terlibat. “Alhamdulillah anak-anak kami di sini tetap fokus belajar. Kami tegaskan, jika ada yang ikut demo, sekolah akan memberikan sanksi,” tegasnya.

Baca juga :  Tragis! Padli (11) Tenggelam Saat Mandi di Sungai, Ditemukan Tak Bernyawa di Hari Keempat Pencarian

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa meski unjuk rasa merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi, namun siswa SMP belum saatnya ikut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, belajar di sekolah dengan tekun justru menjadi bentuk nyata dalam menyalurkan aspirasi positif.

Selain itu, SMPN 2 Martapura tengah mengembangkan program pendidikan berbasis Merdeka Belajar dan pembelajaran mendalam (deep learning). Program ini berfokus pada tiga prinsip, yakni berkesadaran, menyenangkan, dan bermakna, yang baru saja mendapat bimbingan teknis pada Agustus lalu.

Baca juga :  DIDUGA SENGAJA DITAHAN IJAZAH KARENA BELUM BAYAR IYURAN TAHUNAN.

Maya berharap para guru, orang tua, dan kepala sekolah di wilayah lain juga ikut memperhatikan hal ini. Dengan pengawasan dan pendampingan yang konsisten, siswa diharapkan tidak mudah terseret pada kegiatan di luar perannya sebagai pelajar, sehingga bisa tumbuh sebagai generasi cerdas dan berkarakter.

( GN-HEN )

No More Posts Available.

No more pages to load.