Jembatan Penyeberangan Pasar Martapura Bau Pesing, Warga Geram: Harusnya Jadi Solusi, Bukan Sumber Masalah

oleh -541 Dilihat

GlobalNusantara.id,OKU TIMUR Martapura, OKU Timur – Rabu, 14 Mei 2025
Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Pasar Martapura menuai keluhan dari masyarakat. Jembatan yang semula dibangun untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki, kini justru menjadi sumber ketidaknyamanan karena bau pesing yang menyengat dan tampilan yang kumuh.

Keluhan datang dari berbagai kalangan pengguna jalan yang merasa terganggu saat melintasi jembatan tersebut. Mereka menyebut bau menyengat diduga berasal dari air seni yang mengendap di beberapa sudut jembatan. Situasi ini membuat warga enggan menggunakan JPO, padahal jembatan itu dibangun sebagai solusi untuk menyeberang dengan aman di kawasan ramai seperti pasar.

Baca juga :  Selamat Tinggal Tahun 2023 dan Selamat Menanti Tahun Baru 2024 Selamat Yang Penuh Syukur.

JPO Pasar Martapura sendiri dibangun selama dua tahun dan saat pertama kali difungsikan, disambut baik oleh masyarakat sekitar. Keberadaannya dinilai penting karena menghubungkan area pasar tradisional dengan terminal lama, tanpa mengganggu lalu lintas kendaraan yang padat di bawahnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi jembatan mulai memprihatinkan. Tidak adanya perawatan rutin dan minimnya pengawasan membuat fasilitas publik ini terlihat terbengkalai. Cat yang mulai pudar, lantai yang kotor, serta bau pesing yang menyengat membuat fungsi jembatan sebagai sarana pendukung pejalan kaki menjadi tidak optimal.

Baca juga :  Diduga Pelaku Dalam Keadaan Mabuk Sopir Grand Max Dikeroyok Kadus dan RT.

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kondisi ini. Menurut mereka, seharusnya fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah dirawat dan dijaga dengan baik. Mereka mempertanyakan tanggung jawab pemerintah daerah, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten OKU Timur.

“Ini bukan hanya soal bau, tapi soal kenyamanan dan keselamatan. Kalau jembatan seperti ini terus dibiarkan, orang jadi malas menyeberang, dan bisa saja memilih menyeberang di jalan raya yang lebih berisiko,” ujar Sari, seorang warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar pasar.

Warga mendesak agar Dinas PUTR segera mengambil langkah konkret, baik melalui pembersihan rutin, pemasangan papan larangan buang air sembarangan, hingga penempatan petugas kebersihan atau kamera pengawas di area jembatan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar fasilitas umum tidak disalahgunakan.

Baca juga :  Aset TPPU Senilai 13 Milyar Disita Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel Dari BC, Tersangka Illegal Mining di Muara Enim

Dengan adanya perhatian dan tindakan dari pemerintah, masyarakat berharap JPO Pasar Martapura dapat kembali menjadi fasilitas publik yang nyaman, aman, dan bersih seperti tujuan awal pembangunannya. “Kami hanya ingin jembatan ini kembali layak digunakan. Jangan sampai jadi simbol pemborosan anggaran karena dibiarkan rusak begitu saja,” pungkas seorang pedagang pasar.

(GN – HEN)

No More Posts Available.

No more pages to load.