Jalan Poros Lintas Pemda di Senyerang Rusak Parah, Warga Kecewa Tak Kunjung Diperbaiki

oleh -489 Dilihat

GlobalNusantara.id,JAMBI,Tanjung Jabung Barat Senyerang, Tanjung Jabung Barat – Warga RT 13 Parit Sepakat, Desa Margorukun, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, mengeluhkan kondisi jalan poros lintas pemda yang semakin memburuk. Jalan yang menghubungkan berbagai desa, seperti Desa Lumahan, Margorukun, dan Teluk Kempas Jaya, ini mengalami kerusakan parah sejak lama. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah, membuat warga kecewa dan merasa diabaikan.

Kondisi jalan yang rusak ini sangat menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada jalur tersebut untuk berangkat bekerja, bersekolah, atau mengangkut hasil pertanian. Lubang-lubang besar, jalan yang berlumpur saat hujan, serta debu tebal di musim kemarau membuat perjalanan menjadi sulit dan berbahaya. Bahkan, beberapa warga melaporkan kendaraan mereka sering mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak layak.

Baca juga :  Anjangsana Bhayangkara ke-79, Polres Oku Timur Tebar Kepedulian untuk Keluarga Besar Polri

Menurut salah seorang warga, Ahmad (45), jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat setempat untuk menuju pusat kecamatan maupun kabupaten. Namun, karena rusaknya infrastruktur ini, waktu tempuh menjadi lebih lama dan sering kali menyebabkan kecelakaan. “Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan, karena jalan ini sangat vital bagi kami. Jika dibiarkan terus seperti ini, kami yang rugi,” ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan warga ini sebenarnya sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah, baik melalui musyawarah desa maupun aspirasi yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang diambil oleh pihak berwenang. Warga merasa bahwa janji-janji perbaikan yang sering digaungkan saat masa kampanye hanya sekadar omong kosong tanpa realisasi nyata.

Baca juga :  TOKOH PEREMPUAN ASAL BATURAJA OKU(SumSel)MAJU SEBAGAI CALON DPR RI DAERAH PILIHAN 2 SUMATERA SELATAN.

Kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak pada warga biasa, tetapi juga pada perekonomian setempat. Para petani dan pedagang mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil panen mereka ke pasar. Biaya transportasi meningkat karena kendaraan pengangkut barang harus melalui jalur yang penuh hambatan. Akibatnya, harga jual hasil bumi menjadi lebih mahal dan daya saing produk pertanian dari desa-desa di Kecamatan Senyerang menurun.

Sementara itu, Ketua RT 13, Bapak Syarifuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait kapan perbaikan jalan akan dilakukan. “Kami sudah bosan dengan janji-janji. Kami butuh aksi nyata, bukan hanya sekadar wacana,” katanya tegas.

Baca juga :  Selamat Tinggal Tahun 2023 dan Selamat Menanti Tahun Baru 2024 Selamat Yang Penuh Syukur.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan ini. Selain itu, mereka juga meminta DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk turut mengawal aspirasi warga agar perbaikan jalan bisa segera direalisasikan. Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, warga berencana untuk melakukan aksi protes agar suara mereka didengar oleh pihak yang berwenang.

Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, masyarakat kini hanya bisa berharap agar ada upaya nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur ini. Warga menegaskan bahwa jalan yang baik bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesejahteraan mereka. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan, dampak negatifnya akan semakin meluas dan sulit diatasi.

(GN – APRIANDI)

No More Posts Available.

No more pages to load.