Jaga Laut, Jaga Kehidupan: Bhabinkamtibmas Perlis Galang Nelayan Jadi Garda Lingkungan dan Sosial

oleh -262 Dilihat

GlobalNusantara.id,Langkat Sumut –
Pada 10 Juni 2025, di Dusun V Melur, Desa Perlis, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Berandan Brigadir Lefi Purba memimpin kegiatan sambang dan tatap muka dengan masyarakat pesisir. Agenda utamanya adalah meningkatkan kesadaran hukum dan keterlibatan kolektif dalam menjaga keamanan laut serta ketertiban sosial di wilayah rentan ekosistem pesisir.

Dalam pertemuan akrab itu, Brigadir Lefi menekankan ancaman serius alat tangkap destruktif seperti pukat harimau (trawl) terhadap keberlanjutan ekologi laut. “Laut adalah ruang hidup kita. Jangan kita rusak dengan tangan sendiri. Nelayan menggantungkan hidup dari sini, maka jagalah laut seperti rumah sendiri,” tegasnya. Pesan ini menyasar nelayan sebagai ujung tombak pelestarian sumber daya perikanan.

Baca juga :  Desa Lubuk Baru Jadi Sorotan: Panen Raya Jagung Serentak Tahap I Se-Kabupaten OKU Sukses Besar

Ia memaparkan bukti ilmiah bahwa praktik penangkapan ikan merusak dapat mematikan terumbu karang, mengurangi populasi ikan, dan merugikan nelayan tradisional dalam jangka panjang. “Kerusakan laut berarti **ancaman kelaparan** bagi anak cucu kita. Gunakan alat tangkap ramah lingkungan agar hasil laut tetap berkelanjutan,” imbaunya.

Tak hanya isu lingkungan, Brigadir Lefi mengingatkan warga akan maraknya kejahatan 3C (Curat: pencurian dengan paksa, Curas: pencurian dengan kekerasan, Curanmor: pencurian kendaraan bermotor), judi online, dan peredaran narkoba. Ia mendorong masyarakat membentuk sistem pelaporan mandiri: “Laporkan segera ke Bhabinkamtibmas jika melihat aktivitas mencurigakan. Kewaspadaan Anda adalah tameng pertama.”

Baca juga :  Komplotan Pembobol Rumah Diamankan Tim Landak Polres Musi Rawas.

Pesan penting lain adalah penguatan kohesi sosial antarwarga. Ia mengajak masyarakat menyelesaikan konflik melalui musyawarah, menghindari kekerasan, serta saling menghormati perbedaan. “Perselisihan kecil bisa memicu kerusuhan besar. Komunikasi dan gotong royong adalah kunci ketenteraman Desa Perlis,” ujarnya.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, melalui Kasi Humas AKP Rajendra Kusuma, menyatakan dukungan penuh atas inisiatif ini. “Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan Polri yang membangun jembatan kepercayaan dengan masyarakat. Mereka adalah ujung tombak policing humanis,” tegas Rajendra.

Baca juga :  Enos-Yudha Resmi Dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur 2025-2030

Polres Langkat, menurutnya, konsisten mengedepankan pendekatan preventif berbasis komunitas. Fokusnya adalah membangun early detection system melalui sinergi warga, memperkuat kepercayaan publik, serta memadukan penegakan hukum dengan edukasi lingkungan. “Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi gotong royong seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model community policing terintegrasi: menggabungkan keamanan ekologis (penjagaan laut) dan keamanan sosial (pencegahan kejahatan). Nelayan didorong menjadi agen perubahan tidak hanya produsen ikan, tapi juga penjaga keseimbangan pesisir dan peredam konflik di Langkat.

(GN – ARIFIN)

No More Posts Available.

No more pages to load.