IWOI Serukan Perang Media, Kecam Keras Pemberitaan News Lampung.id yang Dituding Sebarkan Fitnah dan Bunuh Karakter

oleh -207 Dilihat

JAKARTA,Globalnusantara.id – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPP IWOI) secara resmi menyatakan sikap perlawanan terhadap media online News Lampung.id. Sikap ini diambil sebagai bentuk kecaman keras atas pemberitaan yang dinilai telah melanggar kode etik jurnalistik, melakukan pembunuhan karakter terhadap Ketua IWOI Lampung Selatan, Hari Prasetyo Wibowo, serta mencemari nama baik organisasi.

Pemberitaan kontroversial tersebut berjudul”Heboh! Oknum Ketua IWOI Lampung Selatan Diduga Mark-Up Absensi Demi Uang Transport, Nama Jurnalis Dicatut Seenaknya” yang tayang pada Senin (15/9) lalu. Menurut IWOI, dari judulnya saja sudah terlihat sensasional dan cenderung vulgar, yang lebih bertujuan untuk mengejar klik dan sensasi daripada menyampaikan informasi yang faktual.

Hasan Munawar,Kabid OKK DPP IWO Indonesia, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/9), secara tegas menyoroti ketiadaan prinsip keadilan dalam pemberitaan tersebut. “Mestinya ada klarifikasi kepada Hari dari media yang bersangkutan dan mengedepankan cover both side dalam pemberitaannya. Ini adalah dasar jurnalisme yang paling elementer,” ujar Hasan.

Baca juga :  Cegah Kenakalan Remaja, SMKN 1 Martapura Terapkan Disiplin Hingga Edukasi Hukum

Ia lebih lanjut menegaskan bahwa ini bukan sekedar kesalahan teknis,melainkan sebuah serangan yang terstruktur. “Ini sudah merupakan serangan secara struktural dan masif kepada organisasi IWO Indonesia, dan tentu kita tidak bisa tinggal diam,” imbuhnya, menekankan bahwa organisasi akan mengambil langkah-langkah tegas.

Dukungan bagi Hari Prasetyo juga mengalir deras dari jajaran IWOI di tingkat daerah.Ketua DPC GWI Lampung Selatan, Beddi, secara langsung membantah inti berita tersebut. “Saya dapat uang transport di acara itu, dan nama saya tidak pernah dicatut. Kenapa organisasi yang malah dibawa-bawa? Jelas ini upaya menjatuhkan nama baik,” tutur Beddi dengan nada kesal.

Baca juga :  Polres Langkat Serentak Jadi Pembina Upacara di Sekolah,Tanamkan Disiplin, Edukasi Hukum dan Cegah Kenakalan Remaja

Sekretaris DPC GWI Lamsel,Asroni, menyampaikan bantahan yang lebih detail. Ia menceritakan bahwa justru Hari Prasetyo yang membantu mereka. “Saya datang terakhir bersama dua orang lainnya, malah si Hari yang mencarikan kami uang transport. Jadi tudingan mark up itu jelas fitnah yang dibuat-buat. Ini sudah masuk kategori pembunuhan karakter,” tegas Asroni.

Eskalasi perlawanan disampaikan dengan nada paling keras oleh Sekretaris DPW IWOI Provinsi Lampung,Ferry Faizin IM. Dengan amarah yang jelas terasa, Ferry mengeluarkan ultimatum. “Kami anggap ini serangan terhadap integritas organisasi pers. Jangan main-main dengan nama besar IWO Indonesia. Kalau tidak ada klarifikasi, kami siap perang media,” tantangnya.

Di tengah gejolak ini,Hari Prasetyo Wibowo, sebagai pihak yang paling dirugikan, memberikan klarifikasi tegas mengenai konteks kehadirannya. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara HUT Partai Demokrat di kantor DPC Demokrat Lampung Selatan murni dalam kapasitasnya sebagai kader partai, bukan sebagai perwakilan IWOI.

Baca juga :  Gebrakan Nyata Bupati Teddy! 6.262 Paket Seragam Sekolah Lengkap Dirakit untuk Semua Siswa SD di OKU

“Saya hadir di acara itu sebagai kader Demokrat,bukan membawa nama organisasi jurnalis. Sangat disayangkan kalau pemberitaan itu menyeret IWOI, padahal jelas saya mengenakan seragam partai, bukan atribut organisasi,” ungkap Hari dengan penuh penekanan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberitaan telah keliru memahami dan memberitakan konteks fakta yang sebenarnya.

Sebagai langkah lanjutan,DPP IWOI sedang mempersiapkan surat sanggahan resmi dan berencana untuk mengajukan aduan ke Dewan Pers jika News Lampung.id tidak segera melakukan koreksi, klarifikasi, dan permintaan maaf. Langkah ini diambil untuk menjernihkan pemberitaan sekaligus menegakkan kedaulatan dan integritas organisasi wartawan online nasional tersebut.(GN -red).

No More Posts Available.

No more pages to load.