Baturaja, OKU, GlobalNusantara.id – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan dimulainya pembangunan peningkatan ruas jalan Kelurahan Batu Kuning–Desa Kurup, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (1/12/2025). Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan panjang masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan sering dilalui kendaraan bertonase berat.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat.
“Kita ingin menjawab keinginan masyarakat untuk memperbaiki jalan ini. Jalan adalah fasilitas publik yang mendukung aktivitas harian warga,” ujarnya.
Menurut Gubernur, kerusakan jalan selama ini banyak dipicu kendaraan besar yang mengalihkan rute akibat rendahnya perlintasan kereta api di jalur nasional.
“Perbaikan ini penting agar arus logistik tetap lancar dan masyarakat tidak terganggu. Tapi pengendara truk besar juga harus disiplin karena jalan ini dibangun dari pajak rakyat,” tegasnya.
Pembangunan tahap pertama mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk peningkatan jalan sepanjang 900 meter dengan lebar 7 meter. Konstruksi dirancang agar mampu menahan beban kendaraan berat. Ruas ini merupakan bagian dari panjang fungsional 11 kilometer yang akan dituntaskan secara bertahap hingga tahun depan.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga berencana berkoordinasi dengan PT KAI untuk mencari solusi terhadap perlintasan rendah yang menjadi inti masalah, termasuk opsi pembangunan underpass.
Herman Deru kembali menyoroti pelanggaran ODOL (Over Dimension Over Loading) yang mempercepat kerusakan jalan dan membahayakan pengguna lainnya.
“Kita harus menjaga jalan ini bersama. Aktivitas masyarakat sangat tinggi di jalur ini. Jangan sampai terjadi kecelakaan atau hambatan ekonomi gara-gara kendaraan besar tidak mematuhi aturan,” katanya.
Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel. Berdasarkan laporan PU Bina Marga Sumsel yang disampaikan M. Affandi, total anggaran infrastruktur untuk OKU mencapai Rp 86 miliar, terdiri dari Rp 77 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp 9 miliar untuk sektor sumber daya air. (Red)






