Gerakan Bersih Jembatan Tangsi: Aparat dan Warga Sukarame Serbu ,Lokasi Hitam,Sampah Lintas Wilayah

oleh -201 Dilihat

Tanggamus Lampung,GlobalNusantara.id
Talang Padang, 19 Desember 2025 – Pada Jumat pagi yang cerah, suasana di sekitar Jembatan Tangsi yang biasanya dipenuhi dengan bau tidak sedap dan pemandangan kumuh, berubah menjadi penuh semangat gotong royong. Pemerintah Pekon Sukarame mengerahkan seluruh jajarannya, mulai dari Kepala Pekon Yuda Perdana, Kaur, Kasi, staf, hingga Kepala Dusun dan Ketua RT, untuk melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di lokasi yang menjadi perbatasan dengan Pekon Sinar Semendo tersebut. Giat ini merupakan aksi nyata untuk membersihkan tumpukan sampah yang telah lama menjadi masalah lingkungan di titik tersebut.

Lokasi Jembatan Tangsi, menurut Kepala Pekon Yuda Perdana, telah bertahun-tahun menjadi titik rawan pembuangan sampah secara ilegal. “Tempat ini selalu menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih karena predikatnya sebagai ‘lokasi hitam’ sampah. Kami percaya ini adalah pekerjaan yang berulang, tetapi tidak boleh menyerah,” ujar Yuda saat memimpin langsung aksi tersebut. Ia dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa sampah-sampah rumah tangga yang menumpuk itu bukan berasal dari warga Sukarame maupun Sinar Semendo yang tinggal di sekitar jembatan.

Baca juga :  9 Siswa SMA/SMK Terlibat Demo Di OKU, Kadisdikbud OKU Timur Pastikan Bukan Siswa SMP

Yuda menduga kuat bahwa pelaku pembuangan sampah adalah para pengendara dari luar wilayah yang memanfaatkan lokasi jembatan yang sepi sebagai tempat pembuangan akhir ilegal. “Penumpukan sampah di sini paling banyak disebabkan oleh para pengendara yang entah dari mana, datang secara diam-diam membuang sampah dalam jumlah banyak di lokasi ini, biasanya pada malam atau dini hari,” paparnya dengan nada prihatin. Imbauan keras pun disampaikannya kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kesaksian dari lapangan memperkuat analisis pemerintah. Seorang warga sekitar yang enggan namanya dipublikasikan mengaku sering menyaksikan langsung aksi pembuangan sampah liar. “Saya pernah melihat orang naik motor membawa dua karung plastik besar berisi sampah, lalu melemparkannya begitu saja dari atas jembatan. Kejadian seperti ini kerap saya lihat, kadang malam, kadang subuh. Dari caranya dan wajahnya, saya yakin itu bukan orang-orang sini,” tutur warga tersebut, menggambarkan pola aksi yang terkesan terencana.

Baca juga :  SMAN 3 Kota Prabumulih Beri Wadah Kompetisi Pelajar Yang Memiliki Potensi Olah Raga Pencak Silat DLL 2024.

Kegiatan Jumat Bersih itu sendiri berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti sapu, cangkul, dan karung, bekerja sama membersihkan segala jenis sampah yang menempel di tepian maupun yang tersangkut di bawah jembatan. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dikategorikan dan diangkut ke tempat pembuangan sementara yang telah disiapkan, menunjukkan penanganan yang lebih terstruktur.

Melalui momentum ini, Yuda Perdana kembali menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tugas kolektif yang membutuhkan kesadaran semua pihak. “Kesadaran tentang pentingnya hidup bersih harus ditanamkan dari sejak dini, dalam keluarga, agar ke depannya tercipta generasi yang mencintai lingkungan dan lingkungan yang asri serta sehat,” pesannya. Ia berharap aksi nyata ini tidak hanya membersihkan fisik lokasi, tetapi juga menyentuh kesadaran masyarakat luas.

Baca juga :  Dinas Sosial Kota Jambi Awasi Dua Yayasan yang Diduga Terafiliasi Organisasi Terlarang

Sebagai komitmen jangka panjang, Pemerintah Pekon Sukarame berencana menjadikan kegiatan Jumat Bersih ini sebagai program rutin. Rencananya, selain fokus di Jembatan Tangsi, kegiatan serupa akan dilaksanakan di titik-titik rawan sampah lainnya di wilayah Sukarame. Langkah ini diambil untuk terus menjaga kebersihan secara berkelanjutan dan membangun budaya malu membuang sampah sembarangan di kalangan masyarakat.

Dengan dituntaskannya pembersihan di Jembatan Tangsi, harapan besar digantungkan pada seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, selain aparat, warga juga dapat menjadi mata dan telinga, melaporkan jika melihat aksi pembuangan sampah liar. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat inilah yang diyakini akan menjadi kunci utama menciptakan Pekon Sukarame yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah liar yang merusak pemandangan dan ekosistem sungai.(gn/B.Erlangga).

No More Posts Available.

No more pages to load.