Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan.Globalnusantara.id – Proyek pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD OKU Timur, Edi Kurniansah. Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini turun langsung meninjau pengerjaan proyek di daerah yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) V.
Dalam kunjungan lapangan pada Jumat (26/09/2025), Edi menyoroti aspek keselamatan kerja yang dinilai belum maksimal. Ia menemukan tidak adanya papan proyek serta minimnya rambu-rambu peringatan yang seharusnya dipasang di lokasi pengerjaan jalan.
Edi menegaskan, pihak ketiga selaku pelaksana proyek harus segera melengkapi area pekerjaan dengan rambu peringatan, cone, maupun garis pembatas di tepi jalan. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan tidak boleh diabaikan, terlebih karena pekerjaan dilakukan di dua sisi ruas jalan sekaligus.
Selain keselamatan, Edi juga menyoroti transparansi anggaran. Ia menilai ketiadaan papan proyek membuat masyarakat sulit mengetahui detail anggaran pembangunan. “Kalau pihak PU sendiri bingung menjelaskan anggaran, bagaimana dengan masyarakat? Transparansi itu penting agar publik bisa ikut mengawasi,” ujarnya.
Meski demikian, Edi tetap mengapresiasi pembangunan jalan yang dinilai bermanfaat besar bagi masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan yang telah memberikan perhatian melalui pembangunan infrastruktur ini, demi kelancaran mobilitas di OKU Timur.
Edi juga meminta Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel segera mengeluarkan surat resmi kepada kontraktor untuk menegakkan aturan keselamatan kerja. Dengan adanya surat tersebut, diharapkan pihak ketiga lebih disiplin dalam memasang rambu dan memperhatikan K3 di lapangan.
Sementara itu, konsultan pengawas proyek mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang kali memberikan peringatan kepada kontraktor terkait kelalaian tersebut. “Sudah berkali-kali, baik lisan maupun tertulis, kami ingatkan agar memperhatikan keselamatan kerja dan memasang rambu peringatan,” tegasnya.
Peninjauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik jalan yang selesai dibangun, tetapi juga dari sejauh mana aspek keselamatan masyarakat diperhatikan selama proses pengerjaan berlangsung.
( GN-HEN )






