DPC GRANAT OKU Timur Siap Jadi Contoh, Dorong Pemeriksaan Narkoba Tanpa Pandang Bulu

oleh -313 Dilihat

Martapura,OKU TIMUR, Sumatera Selatan,Globalnusantara.id – Senin (15/9/2025), Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC GRANAT) sekaligus Ketua Lembaga Pembinaan Adat OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, S.E., menyatakan bahwa peredaran gelap narkoba di Kabupaten OKU Timur sudah berada pada status darurat.

Menurut Leo Budi, narkoba semakin marak dijumpai di kalangan pemuda dan pelajar dalam berbagai jenis dan bentuk. Kondisi ini sangat meresahkan karena generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa justru banyak yang terjerumus penyalahgunaan narkoba.

Ia menegaskan, narkoba tidak memilih profesi maupun status sosial. Bahkan, keluarga pejabat, tokoh masyarakat, hingga ulama sekalipun tidak terjamin bebas dari jeratan narkotika. Karena itu, menurutnya perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran pemerintah daerah, OPD, perangkat desa, anggota DPRD, tokoh adat, hingga tokoh agama.

Baca juga :  Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Rapat Kesiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Polres Langkat Berjalan Lancar dan Penuh Sinergi

“Pemeriksaan jangan hanya urine, tetapi juga darah dan rambut. Tes urine bisa dimanipulasi, sementara pemeriksaan darah dan rambut lebih akurat mendeteksi apakah seseorang masih menggunakan atau mantan pengguna narkoba,” tegas Leo Budi.

Ia menjelaskan, pengguna yang terbukti masih ketergantungan harus segera direhabilitasi. Namun, jika ditemukan bukti sebagai pengedar, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Penanganan ini, kata dia, membutuhkan ketegasan aparat penegak hukum serta dukungan semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Baca juga :  Kapolda Sumsel Cup 2025 Ajang Bergengsi Menembak dan Peresmian Lapangan Tembak Polres OKU Timur

Lebih lanjut, Leo Budi menyebut peredaran narkoba merupakan kejahatan yang lebih berbahaya dibanding penjajahan Belanda. “Jika penjajah masih meninggalkan bangunan dan infrastruktur, narkoba justru merusak generasi dan tidak meninggalkan apa pun selain kehancuran,” ujarnya.

Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya pelibatan tokoh formal maupun informal, termasuk guru, ulama, dan tokoh masyarakat. Selain menyampaikan materi pelajaran maupun khotbah, mereka diharapkan menyelipkan pesan anti-narkoba agar tumbuh kesadaran kolektif. Bahkan, ia mendorong model rehabilitasi religius seperti di Suralaya dan Jogja untuk diterapkan di OKU Timur, mengingat daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat pesantren di Sumatera Selatan.

Baca juga :  Gedoran Karaoke! Asosiasi Protes Kebijakan Penutupan, Ribuan Karyawan Terancam PHK

Di akhir pernyataannya, Leo Budi menegaskan bahwa dirinya dan jajaran DPC GRANAT siap menjadi contoh. “Kami siap diperiksa darah, urine, maupun rambut. Jangan sampai kami hanya mengimbau masyarakat, tetapi diri kami sendiri tidak bersih,” pungkasnya.(GN – HEN)

No More Posts Available.

No more pages to load.