Dinkes OKU Timur Gandeng Kelurahan Gelar Sosialisasi Bahaya Asap Rokok

oleh -266 Dilihat

MARTAPURA,OKU TIMUR,SUMSEL,Globalnusantara.id – Rabu 10 09 2025.Pemerintah Kelurahan Paku Sengkunyit bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menggelar sosialisasi mendalam tentang dampak buruk asap rokok bagi kesehatan. Acara yang dipusatkan di Aula Kelurahan tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan lingkungan setempat dan dibuka secara resmi oleh Camat Martapura.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Camat Martapura, Bapak Herlius, S.Sos, MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa isu kesehatan masyarakat, khususnya yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, merupakan tanggung jawab bersama. “Edukasi yang berkelanjutan dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga RT/RW, adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Baca juga :  SK BUMDes dan Akta Notaris Ada, CV Lubuk Muaro Rantau Tetap Potong 10% Dana Plasma Tiga Desa, Ini Dalihnya

Tampak hadir mendampingi, Lurah Paku Sengkunyit, Bapak Bahari, SE, MM, beserta Sekretaris Kelurahan, Ibu Evi Yanti. Dalam paparannya, Bapak Lurah menyatakan bahwa sosialisasi ini adalah langkah strategis untuk memutus mata rantai dampak negatif rokok di tingkat keluarga. “Kami berharap para peserta yang hadir dapat menjadi pelopor gerakan hidup sehat di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Inti dari acara adalah pemaparan materi komprehensif oleh narasumber dari Dinas Kesehatan OKU Timur. Para ahli kesehatan tersebut membeberkan fakta-fakta mengerikan seputar rokok, mulai dari kandungan ribuan zat kimia beracun dan karsinogen dalam sebatang rokok, hingga bagaimana asapnya dapat merusak organ tubuh secara perlahan.

Baca juga :  Sat Narkoba Polres Langkat Tangkap Pria Diduga Terlibat Penyalahgunaan Ganja

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada perokok aktif, tetapi juga menyoroti ancaman serius yang dihadapi oleh perokok pasif, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Dijelaskan bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, gangguan pernapasan akut pada anak seperti asma, serta penyakit mematikan seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung koroner pada orang dewasa.

Acara berlangsung sangat interaktif dengan diselingi sesi tanya jawab yang hidup. Para Ketua RT dan RW yang hadir aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman tentang kendala yang dihadapi dalam menangani persoalan rokok di lingkungannya. Narasumber dari Dinkes pun memberikan solusi dan motivasi untuk menggalakkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Baca juga :  Kapolres OKU Hadiri Puncak Latgabma Super Garuda Shield 2025 di Martapura

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta bersepakat untuk menjadi duta kesehatan di wilayahnya masing-masing. Mereka berkomitmen untuk mengedukasi warganya melalui pertemuan rutin, memasang spanduk imbauan, dan mengajak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok, dimulai dari rumah sendiri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya rokok. Kerja sama yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menekan angka perokok pemula dan melindungi generasi penerus dari dampak buruk konsumsi tembakau.(GN – T.HIDAYAT)

No More Posts Available.

No more pages to load.