GlobalNusantara.id,OKU Jambi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi menjatuhkan tuntutan hukuman mati terhadap Helen Dian Krisnawati, seorang wanita yang diduga kuat menjadi pengendali jaringan peredaran narkotika di wilayah Kota Jambi. Tuntutan tegas ini disampaikan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi pada Rabu (24/7/2025).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa Helen terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia diadili bersama dua terdakwa lainnya, yakni Harifani alias Ari Ambok dan Didin alias Diding bin Tember.
Dalam ruang sidang, Helen yang mengenakan pakaian tahanan oranye terlihat tertunduk dan tegang. Sidang ini turut disaksikan aparat penegak hukum (APH) serta masyarakat umum yang memenuhi ruang sidang dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti proses hukum terhadap kasus besar ini.
JPU mengungkapkan sejumlah poin pemberat terhadap Helen. Ia dianggap sebagai aktor intelektual atau pengendali utama jaringan narkotika di Kota Jambi, serta dinilai telah merusak masa depan generasi muda dan tidak menunjukkan sikap kooperatif selama penyidikan maupun persidangan.
Selain itu, JPU menegaskan bahwa tidak ditemukan satu pun hal yang dapat meringankan terdakwa. Sikap Helen yang kerap berbelit-belit dan menutup-nutupi fakta memperkuat alasan tuntutan maksimal dijatuhkan. Hal ini disebut sebagai bentuk komitmen Kejari dalam memberantas kejahatan narkoba secara tegas.
Sementara itu, dua terdakwa lain yang terlibat dalam kasus ini diproses dalam berkas perkara terpisah. Harifani alias Ari Ambok telah dijatuhi vonis 9 tahun penjara, sedangkan Didin alias Diding dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun. Keduanya dinilai turut serta namun bukan sebagai otak jaringan.
Sidang terhadap Helen akan kembali dilanjutkan pada Kamis, 31 Juli 2025 mendatang, dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa dan tim penasihat hukumnya. Persidangan ini diperkirakan akan menjadi sorotan publik, mengingat bobot perkara dan tuntutan hukuman mati yang diajukan JPU.
Saat ini, Helen masih ditahan di Lapas Perempuan Jambi. Kejari Jambi menegaskan bahwa langkah tegas ini merupakan bentuk keseriusan negara dalam perang melawan narkoba, serta untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran gelap zat terlarang tersebut.
(GN – APRIANDI)






