GlobalNusantara.id,Langkat Sumut –
Dalam semangat mengukir makna mendalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung aksi nyata kepedulian sosial dengan menyantuni 80 anak yatim. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Juni 2025 ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi filosofi “Polri Untuk Masyarakat” di tengah transformasi menuju Polri Presisi yang humanis dan dicintai rakyat.
Acara penuh kehangatan dan keberkahan ini digelar di Masjid Al Arif, yang terletak di Komplek Perumahan Dusun I, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pemilihan lokasi di lingkungan permukiman warga ini menegaskan komitmen Polri untuk hadir hingga ke akar rumput, menjangkau kelompok rentan di wilayah terpencil.
Kapolres Langkat tidak bekerja sendirian. Tampak hadir mendampingi seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat** beserta Kapolsek Stabat, menyatu dengan masyarakat. Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol dukungan moril sekaligus bukti keseriusan institusi dalam mengawal program sosial ini secara kolektif.
Sebanyak 80 anak yatim dari Desa Pantai Gemi dan sekitarnya menjadi penerima manfaat utama. Mereka tidak hanya menerima santunan materiil, tetapi juga kehangatan kebersamaan serta motivasi dari petinggi Polres Langkat. Setiap bingkisan diserahkan langsung oleh Kapolres dengan penuh empati, menciptakan murah senyum dan haru.
Dalam sambutannya yang penuh inspirasi, AKBP David Triyo Prasojo menegaskan: “Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan institusi. Ini adalah momentum sakral untuk berbagi, menebar kebaikan, dan membumikan kehadiran Polri di tengah denyut nadi masyarakat. Kami adalah ‘Polri Untuk Masyarakat’ – bukan penegak hukum semata, tapi juga pelayan kemanusiaan yang menjaga nilai sosial dan kepedulian.”
Kapolres melanjutkan, “Kami akan terus hadir dalam setiap dimensi kehidupan masyarakat. Bukan hanya saat dibutuhkan untuk keamanan, tapi juga sebagai mitra sosial yang selalu siap mengulurkan tangan, terutama bagi saudara-saudara kita yang memerlukan perhatian lebih.” Pernyataan ini mempertegas reposisi Polri sebagai *guardian* dan partner masyarakat.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari gerakan “1 Hari 1 Kebaikan” yang digaungkan Polres Langkat secara konsisten. Gerakan mikro ini adalah batu pijakan menuju transformasi makro Polri Presisi – suatu konsep pelayanan polisi yang mengedepankan ketepatan (precise), kepekaan humanis, dan kedekatan emosional dengan warga.
Melalui rangkaian acara yang penuh makna ini, Polres Langkat tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga menanamkan benih kepercayaan dan keakraban dengan warga Langkat. Aksi nyata di Desa Pantai Gemi menjadi bukti tak terbantahkan bahwa semangat Bhayangkara tetap hidup melalui karya, mengubah retorika pelayanan menjadi aksi kolektif yang membumi.
(GN – ARIFIN)






