Cegah Kenakalan Remaja, SMKN 1 Martapura Terapkan Disiplin Hingga Edukasi Hukum

oleh -253 Dilihat

Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan. Globalnusantara.id – Upaya mencegah kenakalan remaja menjadi perhatian serius SMK Negeri 1 Martapura. Kepala sekolah, Drs. Ribut Setiadi, menegaskan bahwa sekolah harus membekali siswa dengan ilmu pengetahuan sekaligus akhlak mulia agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap memimpin di masa depan.

Menurut Ribut, tantangan pendidikan saat ini adalah keberagaman latar belakang siswa yang datang dari berbagai daerah, budaya, dan keluarga. Hal ini menuntut sekolah untuk mendidik sesuai karakter masing-masing anak. “Tidak bisa semua siswa diperlakukan sama, setiap anak memiliki keunikan,” ujarnya, Senin (22/9/2024).

Baca juga :  Polres OKU Gelar Pemeriksaan Serentak Senjata Api Dinas untuk Tingkatkan Disiplin Anggota

Dalam mengatasi kenakalan remaja, pihak sekolah tidak bekerja sendiri. SMKN 1 Martapura menjalin kerja sama dengan Polres OKU Timur, Kejaksaan, hingga TNI. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyuluhan hukum, sosialisasi bahaya narkoba, aturan lalu lintas, serta pembinaan kedisiplinan yang rutin digelar.

Salah satu langkah nyata ialah program “Jaksa Masuk Sekolah” agar siswa lebih memahami hukum sejak dini. Selain itu, TNI juga kerap diundang setiap satu hingga dua bulan sekali untuk memberikan pendidikan kedisiplinan yang diintegrasikan dalam kegiatan Pramuka.

Dari sisi ketertiban, sekolah menerapkan aturan ketat terhadap kendaraan bermotor yang dibawa siswa. Guru-guru ditugaskan di pintu gerbang setiap pagi untuk memeriksa kelengkapan seperti helm, spion, knalpot standar, hingga plat nomor. Bagi pelanggar, sekolah memberi teguran hingga sanksi mendidik berupa pengempesan ban motor.

Baca juga :  Pagelaran Wayang Kulit dan Wayang Wong Dalam Rangka Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mako Polres Magelang Kota.

Tidak hanya melibatkan aparat, dukungan orang tua juga ditekankan. Komunikasi dilakukan lewat grup WhatsApp tiap kelas, di mana sekolah menyampaikan informasi terkait perkembangan siswa, jadwal pelajaran, libur, hingga tata tertib sekolah. “Tanpa dukungan orang tua, sekolah tidak bisa maksimal,” tegas Ribut.

Sebagai Ketua MKKS SMK Negeri Kabupaten OKU Timur, Ribut juga menyampaikan bahwa terdapat sekitar 40 SMK negeri dan swasta dengan total 12.000 siswa di wilayah tersebut. Ia menilai siswa SMK memiliki kondisi emosional yang masih labil sehingga butuh perhatian khusus dan kerja sama semua pihak.

Baca juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Talang Jawa, Polsek Baturaja Barat Langsung Tinjau Lokasi

Sebagai bentuk komitmen, Kapolres OKU Timur meluncurkan program “Polri Goes to School” yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh sekolah. Program ini diharapkan mampu mendekatkan aparat kepolisian dengan pelajar melalui edukasi hukum, sosialisasi kenakalan remaja, dan pembinaan karakter.( GN-HEN)

No More Posts Available.

No more pages to load.