Bupati Langkat Gandeng Bank Indonesia Perkuat Ekonomi Hijau di Desa Wisata Bahorok

oleh -103 Dilihat

GlobalNusantara.id,Langkat, Sumut – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi hijau berbasis pariwisata. Melalui program Pelatihan Green Tourism bagi UMKM, Pemerintah Kabupaten Langkat bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara serta sejumlah mitra strategis untuk mengembangkan usaha yang ramah lingkungan.

Kegiatan pelatihan berlangsung di Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Selasa (19/8/2025), dengan melibatkan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Langkat, BI Sumut, Kementerian Pariwisata RI, Strive, serta International Labour Organization (ILO). Fokus utama kegiatan ini adalah mengembangkan bisnis berbasis hijau tanpa merusak lingkungan, khususnya di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Baca juga :  Selamat Atas Pelantikan Leoni Ayu Pratiwi Arlan,SH,MH Menjadi Anggota DPRD 2024-2029.

Pelatihan ini mengusung tema “Pengembangan Bisnis Hijau dan Penguatan Literasi”. Para peserta mendapatkan materi selama lima hari penuh, dilanjutkan dengan pendampingan langsung di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan konsep bisnis ramah lingkungan benar-benar diterapkan oleh para pelaku UMKM di sektor wisata.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata RI, Ika Kusuma, menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menggerakkan perekonomian. “Di tengah alam kita yang mulai tergerus fungsinya, justru di sisi lain kita dorong perekonomian dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan,” ucapnya.

Baca juga :  PJ GUBERNUR SUMSEL DIDAMPINGI PJ WALI KOTA PAGAR ALAM MERESMIKAN TAMAN APUNG.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Rudy Brando Hutabarat, juga menilai Kabupaten Langkat memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah. “Capaian pertumbuhan ekonomi Langkat saat ini berada di kisaran 4% sampai 7%. Angka yang hebat dan harus terus dijaga. Karena itu, BI siap mendukung perkembangan UMKM desa agar kualitasnya semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin menegaskan bahwa program serupa akan diperluas ke berbagai kawasan wisata lain di Langkat. Menurutnya, konsep ekonomi hijau bukan hanya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan Langkat agar tetap berkelanjutan.

Baca juga :  Wujud Sinergi Pembinaan: Kalapas Martapura Serahkan Penghargaan kepada Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia. “Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kolaborasi ini. Semoga kerjasama kita terus terjalin untuk memajukan ekonomi Kabupaten Langkat, sekaligus Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Indonesia menyerahkan satu set mesin branding karung beras lokal lengkap dengan alat sablon dan jahit kepada Kelompok Tani Karya Tani Kabupaten Langkat. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat identitas UMKM desa dalam menghadapi persaingan pasar.

(GN – ARIFIN)

No More Posts Available.

No more pages to load.