GlobalNusantara.id,OKU Baturaja – Bung Badrun, seorang penggemar dan pengamat batu akik, dikenal luas di kalangan pencinta batu mulia. Pria kelahiran Ende, Flores, ini telah menetap di Baturaja dan mengabdikan dirinya pada dunia batu akik. Kecintaannya terhadap batu akik, khususnya batu asal Baturaja, begitu mendalam dan telah membawanya menjadi sosok yang dihormati dalam komunitas pecinta batu mulia.
Kepiawaian Bung Badrun dalam memilih, memotong, dan mengolah batu akik tidak diragukan lagi. Ia memiliki kemampuan untuk menilai kualitas batu dari segi warna, serat, dan kejernihan. Dari bahan mentah hingga menjadi perhiasan tangan yang indah, ia mampu menghasilkan karya yang menawan dan bernilai tinggi.
Sebagai seorang pengrajin batu akik yang berpengalaman, Bung Badrun percaya bahwa batu asal Baturaja memiliki pesona yang unik. Ia berupaya memperkenalkan batu akik daerah ini ke pasar yang lebih luas, membuktikan bahwa batu Baturaja tidak kalah indah dibandingkan batu dari daerah lain.
Dalam berbagai kesempatan, Bung Badrun selalu memberikan motivasi kepada pencinta batu akik untuk terus mengembangkan dan mencintai batu lokal. Menurutnya, kecintaan terhadap batu daerah sendiri adalah salah satu cara untuk melestarikan warisan alam dan budaya yang berharga.
Banyak kolektor dan pecinta batu akik yang mengakui kualitas batu hasil olahan Bung Badrun. Keindahan dan keunikan batu akik Baturaja yang ia proses sering kali menarik perhatian di berbagai pameran dan komunitas batu akik. Hal ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pengrajin batu akik terbaik di daerah tersebut.
Bung Badrun berharap agar generasi muda juga tertarik untuk menekuni dunia batu akik. Ia melihat potensi besar dalam industri ini, baik dari segi ekonomi maupun budaya. Oleh karena itu, ia terus berbagi ilmu dan pengalaman kepada siapa saja yang ingin belajar tentang batu akik.
“Teruslah berjuang dan berupaya untuk mencintai batu daerah sendiri,” pesan Bung Badrun kepada para pencinta batu akik. Baginya, batu akik bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga simbol kekayaan alam yang harus dijaga dan dihargai.
Global Nusantara
(GN – Redaksi)








