Berdasar Kode Kehormatan, PSHT Bali-Oku Bantu Polisi Gagalkan Penculikan Anak di Bandara

oleh -91 Dilihat

OKU Sumsel,GlobalNusantara.id
Sebuah operasi gabungan yang cepat dan solid antara kepolisian dan elemen masyarakat berhasil menggagalkan aksi penculikan anak yang melintas provinsi.Polres Ogan Komering Ulu (Oku), Sumatra Selatan, dengan dukungan kunci dari anggota dan pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Oku dan cabang Bali, berhasil menangkap seorang pelaku dan menyelamatkan seorang anak perempuan di bawah umur dari upaya pembawaan paksa ke bandara pada Selasa, 16 Desember 2025.

Berdasarkan penyelidikan sementara,kronologi bermula ketika pelaku bernama Ateng merental sebuah mobil. Kendaraan tersebut kemudian diambil dan dibawa oleh adik kandung Ateng sendiri. Mobil rental inilah yang kemudian digunakan oleh Ateng untuk membawa serta korban, seorang anak di bawah umur yang identitasnya dilindungi, dengan tujuan menuju sebuah bandara. Situasi kritis ini kemudian terendus oleh pihak keluarga atau lingkungan, yang segera melaporkannya kepada aparat.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Lakukan Colling System Dengan Sambang Ke UPTD Pertanian

Informasi awal tersebut kemudian disikapi dengan gerak cepat oleh Polres Oku.Memanfaatkan jaringan dan relasi yang kuat di masyarakat, polisi melakukan koordinasi dengan organisasi PSHT, yang memiliki cabang di Oku maupun di Bali (berpusat di Madiun). Kode etik dan solidaritas persaudaraan PSHT menjadi pengungkit penting, di mana anggota-organisasi di kedua wilayah itu aktif membantu melacak pergerakan pelaku dan memberikan informasi intelijen yang real-time kepada penyidik.

Kolaborasi yang erat ini memungkinkan polisi untuk memetakan pergerakan sindikat yang ternyata meluas hingga ke Bali.Jejak pelaku berhasil diikuti hingga ke Pulau Dewata. Puncak operasi terjadi di Nusa Penida, di mana pelaku utama, Ateng, akhirnya berhasil diringkus oleh tim gabungan. Operasi ini berhasil dilakukan tanpa insiden berarti dan yang terpenting, korban berhasil diamankan dalam keadaan selamat dan tidak mengalami kekerasan fisik yang serius.

Baca juga :  Pemkab OKU Timur Resmi Luncurkan Logo dan Tema HUT ke-22 Tahun 2026

Meskipun pelaku utama telah diamankan,penyidikan justru memasuki fase yang lebih mendalam. Polres Oku, selaku leading sector, masih mendalami motif utama di balik penculikan ini serta mengungkap struktur lengkap sindikat yang diduga terlibat. Pertanyaan tentang apakah kejahatan ini bermotif perdagangan orang, penculikan berbayar, atau tujuan lainnya masih menjadi fokus penyidik. Pemeriksaan terhadap Ateng dan pelacakan terhadap adiknya yang menyediakan kendaraan terus dilakukan untuk mengungkap mata rantai kejahatan ini.

Kapolres Oku AKBP Endro Aribowo,S.I.K.,M.A.P, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PSHT. “Ini adalah bentuk nyata pencegahan kejahatan melalui kemitraan polisi dengan masyarakat (Polmas). Semangat persaudaraan dan kode kehormatan PSHT telah diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk keselamatan warga, khususnya anak-anak. Mereka adalah mata dan telinga kami di lapangan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan model kolaborasi yang efektif antara institusi formal dan organisasi sosial.

Baca juga :  Polres OKU Gelar Home Visite untuk Tangani Masyarakat Kurang Mampu dengan Gangguan Jiwa

Saat ini,pelaku Ateng telah ditahan di Polsek Nusa Penida, Bali, untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum rencananya dibawa ke Oku untuk proses hukum yang menyeluruh. Sementara itu, korban telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis awal. Kabar baiknya, anak tersebut telah direunikan atau dalam proses reunifikasi dengan keluarganya, dan mendapat pendampingan untuk memulihkan trauma dari kejadian mengerikan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan kolektif.Kapolres mengimbau masyarakat untuk terus menjadi mitra pro-aktif polisi dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan, terutama yang melibatkan anak-anak. Keberhasilan operasi ini bukanlah akhir, tetapi sebuah langkah awal dalam membongkar jaringan kejahatan terorganisir. Polisi memastikan akan mengejar semua pihak yang terlibat hingga ke akar-akarnya, demi memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban dan keluarga.(gn/red).

No More Posts Available.

No more pages to load.