Banjir Rendam Desa Suban, 100 KK Terdampak, Polisi dan Warga Berjuang di Tengah Genangan

oleh -348 Dilihat

GlobalNusantara.id,JAMBI Tanjung Jabung Barat, 14 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menyebabkan banjir di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam. Ketinggian air mencapai sekitar 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa, merendam permukiman warga dan ruas Jalan Lintas Timur Jambi-Riau sepanjang 300 meter. Banjir ini mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang hendak bepergian melalui jalur utama tersebut.

Kapolsek Tungkal Ulu, AKP Windy Trias Kumoro, bersama jajarannya turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi banjir serta memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Dalam keterangannya, AKP Windy menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Dedap yang mengalir ke Sungai Tantang. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air sungai tak mampu lagi menampung debit air, sehingga meluber ke jalan dan permukiman warga.

Baca juga :  Retreat Kepala Daerah Dimulai Di Akademi Militer Magelang

Dampak dari banjir ini cukup signifikan, dengan sekitar 100 kepala keluarga terdampak langsung. Sejumlah rumah warga mulai tergenang, dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga yang masih bertahan di rumah mereka memilih untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat air yang terus naik.

Meskipun ketinggian air cukup mengkhawatirkan, arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Jambi-Riau masih dapat dilalui kendaraan. Namun, petugas kepolisian terus bersiaga untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengendara yang melintas agar tetap berhati-hati. Sejumlah pengendara, terutama kendaraan roda dua, mengalami kesulitan melewati genangan air yang cukup dalam di beberapa titik.

Baca juga :  HUT ke-25 SMA N 1 Kota Agung dan Purna Bakti Drs. Zulkifli Berlangsung Penuh Haru

Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan banjir susulan. Menurut seorang warga bernama Suryadi, banjir seperti ini kerap terjadi saat musim penghujan, namun kali ini debit air lebih tinggi dari biasanya. “Kami khawatir kalau hujan terus turun, air bisa semakin naik dan merendam lebih banyak rumah,” ujarnya.

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan kondisi yang lebih buruk. Jika intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diminta untuk mengungsi lebih awal guna menghindari risiko yang lebih besar. Pemerintah desa juga mulai berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan tempat evakuasi bagi warga yang membutuhkan.

Baca juga :  DPD IWO Indonesia Siap Laksanakan Amanah Organisasi.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat banjir tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar, terutama bagi warga yang rumahnya terendam. Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikabarkan akan segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, termasuk makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih belum menentu, warga diharapkan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan sangat diperlukan agar dampak banjir dapat diminimalkan. Polisi dan pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah darurat jika diperlukan.

(GN – APRIANDI)

No More Posts Available.

No more pages to load.