Aktivis Sujarnik Angkat Bicara Soal Video Viral RSUD Sekayu: Serukan Penyelesaian Adil dan Proporsional

oleh -249 Dilihat

GlobalNusantara.id,MUSI BANYUASIN – Viral sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara tenaga medis RSUD Sekayu dengan keluarga pasien menuai sorotan publik. Dalam video tersebut, terlihat dr. Syapri, seorang dokter yang bertugas, dipaksa membuka masker oleh seorang anggota keluarga pasien sambil menerima ucapan bernada tinggi. Peristiwa ini sontak memicu perdebatan dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Insiden tersebut tidak hanya menjadi perhatian di media sosial, tetapi juga menarik respons berbagai kalangan. Sebagian masyarakat mengecam tindakan keluarga pasien yang dinilai kurang menghargai tenaga medis, sementara pihak lain menyoroti perlunya komunikasi yang lebih baik dari pihak rumah sakit. Situasi ini pun mendorong banyak pihak untuk memberikan pandangan, termasuk aktivis asal Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sujarnik.

Baca juga :  Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur Periode 2025-2030

Sujarnik menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat dari satu sisi semata. Menurutnya, ada faktor komunikasi yang berpotensi menjadi penyebab awal terjadinya ketegangan tersebut. “Sebagai aktivis, saya melihat ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, adalah pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan keluarga pasien. Kejadian ini mungkin berawal dari miskomunikasi atau ketidakpuasan terhadap informasi yang diberikan,” ungkapnya kepada awak media di Sekayu, Kamis (14/8/2025).

Lebih lanjut, Sujarnik menekankan bahwa hak pasien dan keluarganya untuk memperoleh informasi medis yang jelas serta transparan merupakan hal mendasar yang harus dihormati. Namun, ia juga menegaskan bahwa bentuk pemaksaan maupun kekerasan verbal kepada tenaga medis tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. “Dokter juga memiliki hak untuk bekerja dalam lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman,” tegasnya.

Baca juga :  Semarak Hari Bhayangkara ke-79, Polres OKU Timur Gelar Jalan Santai dan Lomba Tradisional

Aktivis ini juga mengingatkan bahwa masalah tersebut sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia mengimbau agar kedua belah pihak, baik keluarga pasien maupun pihak rumah sakit, menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin melalui mediasi yang adil dan profesional. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan, dan pelayanan kesehatan dapat tetap berjalan optimal.

Selain itu, Sujarnik meminta agar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama pihak RSUD Sekayu melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam hal komunikasi tenaga medis dengan pasien dan keluarga. Menurutnya, pembenahan ini penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Baca juga :  Diduga Tahan Ijazah, Foto Wisuda, dan Dana BOS Tak Transparan, PAUD Al Hasanah Way Ilahan Jadi Sorotan

“Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk perbaikan sistem, bukan sekadar saling menyalahkan. Kita semua tentu ingin pelayanan kesehatan di Musi Banyuasin terus membaik, dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan baik bagi tenaga medis maupun masyarakat yang membutuhkan layanan,” ujarnya menambahkan.

Dengan pernyataan ini, Sujarnik berharap publik tidak hanya fokus pada konflik yang terekam dalam video, tetapi lebih melihat substansi perbaikan yang harus dilakukan. Ia menutup pesannya dengan ajakan agar semua pihak menjaga suasana kondusif, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terjaga.

(GN – Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.