GlobalNusantara.id, OKU TIMUR –
Kelurahan Paku Sengkunyit menjadi lokasi dilaksanakannya pemaparan khusus mengenai fenomena manusia silver dan anak-anak pengemis jalanan, sebuah persoalan sosial yang kian marak dan memprihatinkan di wilayah perkotaan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah awal dalam merumuskan solusi dan penanganan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan terhadap masalah sosial tersebut.
Acara ini digelar di Kantor Kelurahan Paku Sengkunyit dan dihadiri langsung oleh Lurah Paku Sengkunyit, Bapak Bahori, S.E., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Ibu Intan, yang memberikan pemaparan terkait dampak sosial dan psikologis terhadap anak-anak yang terlibat dalam aktivitas mengemis dan menjadi manusia silver di jalanan.
Camat setempat yang berhalangan hadir, diwakili oleh Bapak Haidir yang juga memberikan arahan sekaligus menegaskan komitmen pihak kecamatan dalam mendukung upaya kelurahan dan instansi terkait dalam penanganan isu tersebut.
Dalam pemaparan tersebut, disampaikan data sementara yang menunjukkan peningkatan jumlah anak-anak yang turun ke jalan untuk mengemis atau menjadi manusia silver. Fenomena ini tidak hanya terjadi karena faktor ekonomi, namun juga karena minimnya edukasi dan kontrol dari pihak keluarga.
Ibu Intan dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa eksploitasi anak di jalanan merupakan bentuk pelanggaran hak anak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Sementara itu, Lurah Bahori menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan dinas sosial serta kepolisian untuk melakukan penertiban dan pembinaan. “Kami tidak ingin menindak semata, tetapi juga memberikan solusi melalui pendekatan humanis,” ujar beliau.
Sebagai langkah awal, kelurahan akan mendata anak-anak dan keluarga mereka untuk kemudian diberikan pembinaan serta akses kepada program bantuan sosial dan pendidikan non-formal, termasuk pelatihan keterampilan bagi para orang tua.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kelurahan berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak dari eksploitasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sosial yang lebih layak bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
(GN – T.HIDAYAT)






